IKLAN

Filosofi Acara Adat Dhaup Ageng Pakualaman (Bagian II)

 Illustrasi (Foto:Doc.Pakualaman)

Liputan Khusus Team Redaksi :
Ariyo | Ahmad Hakim | Triana


Acara Adat Pasang Tarub, 
Bleketepe, dan Majang

Klik-Jogja - Berlanjut acara selanjutnya yaitu Pasang Tarub, Bleketepe, dan Majang yang dilaksanakan Minggu, 7 Januari 2024. Tarub sendiri dalam bahasa Jawa berarti "hiasan untuk pernikahan". 

Terdapat beberapa rangkaian dedaunan dalam tarub, meliputi :
  1. Tebu Wulung, yang berarti kemantapan hati bagi mempelai dalam membina rumah tangga dan kelak menjadi teladan bagi keluarga.
  2. Daun Beringin, harapan agar kelak dapat menjadi tempat berlindung dan peneduh bagi keluarga.
  3. Daun Kluwih, harapan agar lancar rejeki dan berusia panjang yang terberkati.
  4. Padi, harapan agar hidup makmur dan sejahtera.
  5. Alang-alang, diharapkan mempelai dijauhkan dari halangan.
  6. Dhadap Srep, sebagai tolak bala serta memuat harapan agar mempelai terjaga dari watak panas hati sehingga selalu terjalin kedamaian.
  7. Cengkir Gading, dimaknai sebagai kencenging pikir "teguh hati" sehingga pengantin mampu menjalani hidup berumah tangga sesuai komitmen yang telah dijanjikan saat akad nikah.
  8. Daun apa-apa, sebagai tolak bala, selalu dalam lindungan Tuhan agar terhindar dari gangguan makhluk halus.
  9. Pisang raja, pemasangan pisang raja memuat harapan agar hidup pengantin kelak indah dan bahagia.
Prosesi dilaksanakan di beberapa Tratag seperti Tratag KD Bangsal Sewatama, Tratag KD kepel, KD Regol Danawara, KD Pawon Ageng, Tratag KD Bangsal Kepatihan.

Tujuan dadi dipasangnya bleketepe yang terbuat dari anyaman daun kelapa sebagai penyaring energi negatid agar prosesi pernikahan berjalan dengan selamat, lancar, dan dalam berkah-Nya.

Majang atau "menghias supaya indah"  dengan menata segenap perlengkapan kedua mempelai di kamar masing-masing, diharapkan kedua mempelai senantiasa mampu menata diri sehingga tercipta suasana yang indah, harmonis.

Kelengkapan majang sendiri antara lain jambe dan sirih ayu yang bertangkai dan dihiasi injet diikat dengan kain sindur. Klemuk diisi berbagai biji-bijian, empon-empon, bumbu dapur, tigan ayam jawa dan ditutup dengan kain bango tulak. Kendhi berisi air bersih dan ditutup dengan daun dhandang srep. Sementara di tempat tidur kedua mempelai dihias dengan kain letrek.

(Bersambung)

Posting Komentar

0 Komentar