IKLAN

Antologi Puisi Karya Anike

 Kumpulan Puisi Karya Anike

Illustrasi (net)

(1)
Rindu

Duhai… Langitku tengah menangis

Jelaga hitam menempel di pipi

Di pinggir kidung palung hati

Menetes sembab menghujani

Bagaimana tidak?

Jika yang kupingit rindu

Nyatanya yang meminangku hanya sepi

Duh! Kasihan sekali

---000---


(2)
Biru Ialah Tanda

Sebagai tandanya klakson berbunyi, asap mengepul, juga lenguh ular besi

Satu dua terlihat berdasi, lima empat telanjang kaki

Bersiap menjemput sesuap nasi

Biru ialah atap

Bagi mereka yang sengsara lagi papa

Sesekali hujan dikandungnya

Menyambangi sesiapa saja yang menengadah mengharap berkah

Juga mereka yang bersumpah serapah

Biru ialah waktu

Waktu terbenamnya bintang-bintang

Waktu mimpi-mimpi tersulam benang

Waktu nenek menginang

Waktu perempuan menumbuk rengkiang’waktu bagi anak-anak bermain riang

Dan waktuku bersenandung senang 


---000---


(3)
Malu

Heh! Katamu gadis ayu itu milikmu

Tapi ditanya alamatnya kamu tidak tahu

Apalagi hendak bertukar rindu

Disuruh menyapa saja lidahmu langsung kelu

Heh! Katamu dia itu jodohmu

Membeli segelnya saja tak mampu

Jangan berharap jadi menantu

Ditanya kapan saja jawabmu nanti melulu

Heh! Kuperingatkan kamu

Jadi laki-laki jangan pemalu

Bertandanglah lebih dulu atau aku yang menggantimu

Sebab aku juga mau

---000---



(*) Anike merupakan nama pena dari Anik Suliatri, lahir di OKU Timur , 5 Februari 1996. Alumnus Pendidikan Ekonomi Universitas Sriwijaya. Karya yang pernah diterbitkan : “Bait Suci” dalam antalogi puisi judul buku “Ketika Cinta Memanggil #2”, “Nasehat Renta” dalam antalogi cerpen pemuda Ogan Ilir judul buku “Mengukir Cinta di Bumi Aksara”, “Tak Perlu Kukatakan” dalam antalogi cerpen judul buku “More Than a Friend”. Menulis jejak langkah setiap sendi hidup menjadi dunianya dan meyakini bahwa akan ada waktunya dimana senyuman lahir dari pemilik aslinya. 

Bisa dihubungi di : suliatrianik@gmail.com 


Posting Komentar

0 Komentar